"Pak Bupati itu guru saya, dan saya murid beliau, jadi hubungan kami ini bukan sekedar karena jabatan, tapi lebih penting dari itu, Pak Bupati itu guru saya, Jadi saya Sami'na wa Atha'na kepada beliau," Imbuhnya.
Selain itu, Sukri mengajak masyarakat untuk selektif menerima informasi yang dianggap menghambat roda pemerintahan di Kabupaten Pamekasan. Karena menurutnya, Isu keretakan hubungan dirinya dengan Bupati pasti dikembangkan oleh oknum yang tidak ingin roda pemerintahan di Kabupaten Pamekasan berjalan baik.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama membangun Kabupaten Pamekasan, dengn cara menjaga kondusifitas dan memberi kritik yang konstruktif untuk pemerintah," Tegas Politisi Partai Demokrat tersebut.