Meski kondisi ekonomi keluarganya terbatas dan hanya mampu membiayai SPP, hal ini tidak memadamkan semangatnya untuk belajar di pesantren besar tersebut.

Di sana, Kiai Musleh muda melewati berbagai tantangan sebagai santri, menguatkan mental dan spiritualnya yang kelak menjadi bekal dalam dakwah.

Selepas menyelesaikan pendidikannya di Nurul Jadid, KH Musleh Adnan kembali menekuni bidang akademis dan menjadi dosen ilmu tafsir di Universitas Islam Madura.

Ia juga dipercaya untuk mengasuh Pesantren Nahdlatul Ta’limiyah di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.