Hal ini tentunya berpotensi memperpanjang waktu diagnosa bagi pasien yang datang ke rumah sakit dengan gejala TBC, sekaligus menambah beban bagi puskesmas setempat.

Halili menekankan bahwa pihak DPRD Pamekasan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan agar masalah ini cepat teratasi.

Menurutnya, perbaikan atau pengadaan alkes TCM baru harus menjadi prioritas untuk menjaga pelayanan kesehatan, terutama di RSUD sebagai pusat rujukan utama di Kabupaten Pamekasan.

Selain itu, Halili juga meminta pihak RSUD untuk lebih proaktif dalam melakukan pemeliharaan alkes secara rutin agar kerusakan seperti ini bisa dicegah di masa mendatang.

“Jangan sampai kerusakan alat yang penting seperti TCM menghambat pelayanan kepada pasien. Kita perlu memastikan alat-alat kesehatan di RSUD selalu dalam kondisi baik,” tegasnya.