Pada awalnya, Umar menolak keras Islam karena dianggapnya sebagai ancaman bagi tradisi dan kepercayaan nenek moyangnya.

Sikap tegas dan kekerasan Umar terhadap kaum Muslim telah menyebabkan banyak pengikut Nabi hidup dalam ketakutan.

Namun, perjalanan spiritualnya berubah drastis ketika ia mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh saudarinya, Fatimah binti Khattab, yang sudah lebih dulu masuk Islam.

Setelah merenungi makna ayat-ayat tersebut, hati Umar mulai terbuka, dan dengan tekad kuat, ia mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan keislamannya.