"Yakni sebelum jatuh ke tangan dinasti Bindara Saut dari keluarga pesantren," kata RB. Mohammad Muhlis.
Keraton Sumenep pernah berpindah-pindah lokasi hampir setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan. Mulai dari Desa Banasare, Desa Tanjung, Desa Keles, hingga Desa Baragung, pusat pemerintahan Sumenep selalu mengalami perubahan lokasi.
Meskipun telah banyak keraton yang tinggal hanya bekasnya, Keraton Sumenep yang berdiri kokoh saat ini, tetap menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang pemerintahan di Sumenep.
Perbedaan fisik dan filosofisnya dari keraton-keraton sebelumnya terlihat jelas dari ukuran bangunan, arsitektur, serta simbol-simbol yang terdapat di dalamnya.