Lebih lanjut ia bercerita, saat masuk ke lembaga sekolah, tepatnya di SMA 1 Bangkalan, ada cerita menarik yang tidak dilupakan Haji Her dan Ghufron. Bahkan cerita ini sering disampaikan Haji Her untuk memompa semangat anak muda, jika berbisnis itu tidak boleh mudah menyerah terhadap suatu keadaan yang pahit.

"Saya dan Haji Her suatu ketika masuk ke lembaga sekolah, mengumpulkan para guru. Haji Her mempromosikan, kemudian memberi jaminan jika bisnis jualannya (alat-alat dapur) adalah bahan impor, tahan banting dan tidak mudah pecah," ungkapnya.

Akan tetapi, upaya meyakinkan pembeli itu urung, sebab saat Haji Her hendak menginjak jualannya untuk dijadikan contoh, barang tersebut pecah dan retak. Merasa malu atas kejadian tersebut, Ghufron pun lari ke belakang meski Haji Her sudah meminta pertolongan.

"Kisah ini sering diceritakan kepada orang bahkan jadi motivasi Haji Her, bahwa ulet dan tahan banting serta tidak mudah menyerah, penting dimiliki setiap orang, sehingga jadi orang bijak yang bisa memetik sebuah perjalanan pahit," tuturnya.***