BANGKALAN, MaduraPost – Audit investigasi dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) 2022 di Desa Lombang Laok, Kecamatan Blega, berubah jadi sorotan.

Sejumlah warga mendatangi kantor Inspektorat Bangkalan, Senin (22/9), karena menilai proses pemeriksaan tak objektif.

Pasalnya, audit justru digelar di rumah mantan kepala desa—yang tak lain adalah terlapor dalam kasus ini.

“Kenapa harus di rumah terlapor? Itu tidak netral dan bikin warga tidak nyaman,” kata Mahmud, kuasa warga Lombang Laok.

Mahmud menuding, terlapor sudah menyiapkan daftar penerima BLT untuk menunjukkan seolah-olah semua warga mendapat bantuan. Faktanya, ada yang tidak menerima sama sekali, sebagian hanya setengah.