BANGKALAN, MaduraPost - Indonesia kembali memperingati Hari Guru Nasional, momentum refleksi untuk menakar ulang arah pendidikan di tengah perubahan sosial dan tantangan global yang kian kompleks. Dalam konteks ini, peran guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin transformasi pengetahuan dan karakter generasi masa depan.

Bangkalan" class="inline-tag-link">Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menegaskan pentingnya posisi strategis guru dalam pembangunan bangsa. Ia menyebut guru kini berada di garis depan dalam membentuk kompetensi abad ke-21.

“Guru hari ini bukan sekadar penyampai materi. Mereka adalah arsitek peradaban, pembentuk cara berpikir, dan jembatan generasi menuju masa depan,” ujarnya Selasa, (25/11/2025).

Menurut Dedy, dunia pendidikan tidak lagi cukup hanya melahirkan lulusan rajin dan patuh, melainkan generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif. Karena itu, investasi terhadap guru harus menjadi prioritas pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang masih membayangi pendidikan nasional, mulai dari ketimpangan kualitas sekolah, minimnya fasilitas di daerah terpencil, hingga kesejahteraan guru honorer yang belum memadai.