“Sebuah bangsa tidak mungkin melompat jauh jika guru yang mengajarnya tertinggal. Penguatan kapasitas guru harus ditempatkan sebagai kebijakan fundamental, bukan sekadar program tahunan,” tegasnya.

Tema Hari Guru Nasional tahun ini, yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan, dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pendidikan masa depan tidak bisa dikerjakan sendirian. Dunia berubah terlalu cepat. Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar guru tidak berjalan di lorong gelap tanpa dukungan,” jelas Dedy Yusuf.

Menutup keterangannya, ia menyampaikan harapan besar terhadap masa depan pendidikan Indonesia.