"Kami akan memanggil Kadisdik untuk pertemuan kedua kalinya guna memahami lebih lanjut langkah-langkah dan progres dalam pendekatan dengan pemilik tanah yang mengklaim lahan tersebut. Tujuannya adalah agar masalah ini segera diselesaikan karena kondisi belajar siswa yang harus numpang di TK sangat menyedihkan," tegas Aulia.

Aulia menjelaskan bahwa semua kebijakan terkait kasus ini berada di tangan Bupati, dan langkah yang akan diambil oleh Kadisdik Sampang akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk segera menghentikan penyegelan ini karena dampaknya sangat merugikan proses belajar mengajar siswa yang terganggu dan tidak optimal. Siswa harus belajar di sekolah mereka, bukan numpang di tempat lain," tambahnya.

Lebih lanjut, Aulia mengatakan bahwa situasi seperti ini menjadikan Sampang belum sepenuhnya merdeka, dan mereka akan terus berupaya agar masalah ini segera teratasi sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal di sekolah tersebut.