Sementara itu, Mohammad Ainun Najih Aldiyan Mahasiswa Jurusan Psikologi UTM Bangkalan menuturkan, bahwa masyarakat rata-rata bertani atau menanam jagung di Desa Ketapang Timur.

"Masyarakat hanya menjual ke pasar jagung mentahnya atau hanya disimpan jagungnya. Namun berdasarkan penjelasan salah satu masyarakat tersebut kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan mengenai olahan jagung seperti pembuatan selai jagung," tuturnya.

Selain itu, Ainun sapaan akrabnya menambahkan, bahwa selai  jagung dipilih karena memiliki beberapa keuntungan yaitu bahan baku mudah diperoleh serta proses pengelolahannya mudah dan dapat dijual secara langsung atau dijadikan bahan tambahan pada roti bahan yang digunakan cukup sederhana yaitu, jagung, gula pasir, keju dan air untuk proses pengolahannya dimulai dari memisahkan jagung dari tongkolnya.

"Dihaluskan menggunakan blender dengan ditambahkan sedikit air setelah itu ditumis pada wajah dengan ditambahkan gula pasir dan keju, sesuai dengan selera selama proses penumisan ini. Adonan - adonan selain diaduk terus hingga teksturnya menjadi kental seperti selai pada umumnya setelah masak dinginkan lalu kemas dan wadah toples atau jar kaca," cetusnya.