Untuk menghindari lubang itu, Mahrus kemudian mengambil jalur aman, hingga sampailah nasib sial di jalan yang tercecer air dan licin.
Ia menduga, penyuplai air dari Truk Tangki tersebut tengah lalai dalam menjalankan tugasnya.
Di mana, Truk Tangki yang senantiasa menyuplai air itu ditengarai mengalami kebocoran di bagian tangki truk.
Alhasil, Mahrus terpeleset hingga terjatuh telentang di pinggir jalan. Ia mengalami luka-luka di bagian lutut, kaki, dan pergelangan lengan kanan yang keseleo.