Menurutnya di bawah tidak ada aktivitas kegiatan belajar mengajar, sehingga bisa langsung mendapatkan Ijazah. Parahnya lagi tidak ada fasilitas Gedung untuk proses belajar, baik yang mengejar paket A, B atau C.
"Namun menggunakan fasilitas sekolah diataranya, 3 PKBM dibuat sampel yakni (PKBM) Al Karomah (PKBM) Thohal Amin (PKBM) AL HIKMAH terhadap siswa baru kejar paket," kata Arif.
Menurut Arif tidak hanya itu di bawah tidak sesuai dengan data dapodik lapangan, baik yang berusia produktif serta non-produktif bahkan tidak ada data audentik terkait dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
"Kami banyak menemukan kejanggalan terhadap 17 PKBM adanya dugaan kerjasama dengan Kepala Sekolah da Disdik di Bangkalan, diduga memanipulasi penggunaan BOP demi untuk memperkaya diri secara berjamaah dengan bekerjasama Disdik dan Kepala sekolah setempat," tegas Arif dengan nada geram.