"Kalau harga penawarannya rendah, maka kami khawatir kualitaa pekerjaan proyek tersebut juga rendah. Kami pastinya pihak kontraktor butuh untung juga. Maka dari itu kami menolak PT Kharisma untuk bekerja di daerah kami," tandasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan pemenang PT Kharisma Bina Konstruksi yang memiliki rekam jejak digital yang buruk selama ini. Ia menjabarkan kalau pemilih PT Kharisma Bina Konstruksi pernah tersandung kasus korupsi.

"Kok bisa menang PT ini, padahal kami menduga pemilih PT ini pernah melakukan upaya suap yang disalah satu Kabupaten di Jawa Timut yang berukung OTT KPK," ucapnya.

Ditempat yang sama Kepala BP2JK Agus saat menemui peserta aksi mengatakan akan mempelajari semua tuntutan massa.