"Perubahan ini seolah membuktikan adanya kejanggalan pada PMT" class="inline-tag-link">distribusi PMT yang pertama kali dilakukan. Kami akan terus mengumpulkan bukti dan jika ditemukan kerugian negara, kami tidak akan ragu melaporkannya ke pihak berwenang," ujarnya pada Kamis (1/8/2024).
Seorang ibu PMT" class="inline-tag-link">penerima PMT yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kegembiraannya atas perubahan tersebut.
"Selama seminggu terakhir ini, PMT yang kami terima jauh lebih layak dan benar-benar menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya," katanya.
Namun, ia juga mengkritik PMT yang diterima sebelumnya, yang menurutnya tidak sebanding dengan anggaran yang seharusnya dikeluarkan oleh pemerintah.