Senada dengan itu, seorang kader Posyandu yang bertugas mendistribusikan PMT juga mengaku lebih nyaman dengan distribusi terbaru ini.

"Saat memberikan PMT bulan pertama, saya merasa malu karena makanan yang diberikan tidak sesuai ekspektasi penerima," ujarnya.

Pihak Puskesmas Kowel melalui Kepala Puskesmas dan bagian gizi berdalih bahwa PMT" class="inline-tag-link">distribusi PMT telah sesuai dengan petunjuk teknis dan program tersebut telah dikontraktualkan kepada pihak ketiga.

Sebelumnya, MaduraPost melaporkan dugaan penyelewengan anggaran PMT lokal untuk 85 balita dan 17 ibu hamil KEK pada tahun anggaran 2024.***