PAMEKASAN, MaduraPost - Kecewa karena tidak mendapat respon dari Kanwil Bea Cukai Jawa Timur, LSM Famas Mahardika akan melakukan aksi demo yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Sugereh yang merupakan petani tembakau asal desa Tebul Timur kecamatan Pegantenan mengatakan bahwa kedua LSM tersebut sudah keluar dari jalur yang semestinya dilakukan oleh seseorang yang mengklaim dirinya sebagai aktivis.
Menurut Sugereh, apa yang yang dilakukan Abdussalam dan Iwan merupakan tindakan bodoh dari seorang LSM, Sehingga tidak heran aksi mereka dihujat dan disebut Sindikat Pengemis.
"Mereka ini hanya bisa teriak tanpa bukti, menyebar fitnah dan provokasi, Makanya demo mereka kemaren diabaikan Kanwil Bea Cukai Jatim," Kata Sugereh.
Terkait rencana demo Famas Mahardika yang menuntut KPK untuk melakukan penyelidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) PR Subur Jaya merupakan tindakan bodoh dan tidak mendasar.