Perlakuan berbeda itu dirasakan Mahfud ketika sang kiai hendak sarapan di pagi hari, dirinya dipanggil untuk makan bersama. Sementara santri lain makan dengan cara memasak sendiri.
Dirinya tidak bisa membayangkan betapa banyak pengalaman dan pesan moral sang kiai yang dirasakan saat ini cukup berarti.
"Saya sama kiai diajak makan bareng sampai perut saya kenyang. Namun ketika kenyang, kiai memberi pesan kalau jadi seorang pejabat jangan sampai serakah," ungkapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Mardiyyah K. Saiful Bahri Abdul Hamid menyambut baik silaturahmi kedatangan rombongan sejumlah pejabat Menkopolhukam Mahfud MD. Dia mengaku salut meski jadi pejabat negara, Mahfud tetap rendah hati dan mengingat pesantren yang dulu ia belajar.