Sebab, kata Mantan Mensos itu, diakui atau tidak, produksi tembakau di Indonesia, sekitar 35 persen berasal dari Pulau Madura. Untuk itu, saat ini bagaimana bisa menata regulasi, supaya para petani untung dan sejahtera.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan, jika secara keseluruhan di Indonesia 45 persen produksi tembakau Indonesia dari Jawa Timur. Sementara 35 persen tembakau Indonesia murni dari Jawa Timur yakni Madura.
"Mengenai hal itu sekarang bagaimana kita bersama-sama menata regulasi supaya petaninya untung dan sejahtera, sementara di sini sudah ada Bakorwil yang siap untuk dijadikan 'Trading House' atau rumah dagang bersama bagi para petani tembakau se-Madura,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk mencapai kesejehteraan itu, Khofifah sudah berkoordinasi dengan Bakorwil Pamekasan, dan pihaknya siap untuk dijadikan Trading House atau rumah dagang bersama bagi para petani tembakau.