"Supaya merealisasikan sebagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-nya) dijadikan subsidi kebutuhan minyak goreng beberapa bulan ke depan," kata Bung Taufik.

Sementara itu terkait kenaikan BBM jenis Pertamax, seluruh peserta aksi senada menuntut atau meminta pihak DPRD Pamekasan segera mengambil langkah. Sebab, mereka (para demonstran, red) khawatir kenaikan Pertamax itu berdampak terhadap kuota BBM jenis Pertalite.

"Saat ini masyarakat lebih memilih beli Pertalite, karena harganya masih terjangkau, nah dengan adanya fenomena nasional yang sangat buruk ini pastinya akan membuat stok Pertalite akan cepat habis, dan masyarakat secara tidak langsung terpaksa untuk beli Pertamax," ujar salah seorang orator yang lain.

Ia juga mengatakan, kalau pihaknya membawa membawa solusi, yakni DPRD Pamekasan untuk segera mengusulkan kepada Pemkab setempat agar menerapkan peraturan seperti yang sudah diterapkan pada pembelian bio solar.