"Tanggapan dari wisatawan sangat dibutuhkan sebagai acuan dalam meningkatkan potensi objek wisata, inilah salah satu tujuan utama mengundang pegiat media sosial", Ujarnya, Kamis (08/12/2021).
Lebih lanjut, Syahroni mejelaskan berkembangnya teknologi informasi di masyarakat menjadi tantangan Disporabudpar untuk terus berinovasi mempromosikan potensi destinasi bagi wisatawan. Menurut Syahroni, keberadaan pemilik mediq sosial sangat berpengaruh besar sebagai branding sebuah daerah.
"Saat ini mendapat informasi wisata tidak sulit, hampir seluruh kegiatan masyarakat banyak dilakukan di gadget mereka, untuk itu bersinergi dengan pelaku content creator merupakan upaya mengenalkan wisata disampang lebih luas" Lanjut Syahroni.
Bahkan untuk mengikuti Revolusi Industri 4.0 Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Sampang (Disporabudpar) telah meluncurkan Aplikasi bernama "Tourism Guiding Book" sebagai pusat informasi Wisata Sampang.