Atau memang hal itu sengaja, agar para petani tembakau semakin hancur dan menangis karena tidak jelasnya Perda sampai saat ini yang tidak berpihak kepada para Petani.
"Karena kalau saya menkaji apa yang disampaikan beliau (Ismail A Rahim) pada media ini tersebut, jelas kalau Pemerintah hanya memikirkan nasib pabrikan bukan mengutamakan dan berfikir nasib serta tangisan para petani tembakau," pungkasnya.
Sementara Ketua FAMAS Abdus Salam mengatakan, bahwa alibi dari anggota Legislatif tersebut sudah membuktikan, kalau DPRD Pamekasan dan Pemerintah tidak serius menuntaskan persoalan tata niaga tembakau yang selama ini buat para petani menjerit.
"Karena yang seharusnya berfikir bagaimana caranya membuat peraturan yang berpihak kepada para petani, malah berfikir terbalik memikirkan pabrikan, Perda yang satunya sampai saat ini belum ada kejelasannya, malah berencana buat peraturan lain. Terlalu hebat," cetus Marhen (sapaan akrabnya).