"Saya kaget karena saya tidak merasa mengambil uang dengan jumlah tersebut," imbuhnya.

Parahnya penahanan kartu ATM oleh pihak kasun tersebut sudah lama berjalan. Bahkan pihaknya mengatakan pencairan dana PKH tersebut dilakukan dirumah Kepala Dusun Lonnangkek selama ini. Disinggung masalah besaran dana yang cair, A mengatakan bervariasi.

"Pernah pegang ATM cuma sekitar 3 bulan, setelah itu di ambil oleh pak apel (kasun). Kalau uangnya pernah mendapatkan 500 ribu, 400 ribu, 350 ribu bahkan pernah 150 ribu kadang dipotong 50 ribu," ungkapnya dengan bahasa Madura.

Hingga berita ini dimuat belum ada keterangan resmi dari Kepala Dusun Lonanngkek Riyanto.