"Lho?" kaget pengusaha.

"Lho iya! kalian datang pada orang yang salah. Saya ini sangat sayang juga mencintai harta. Saya ini sangat mencintai aset. Saking cinta dan sayangnya saya pada harta, sampai-sampai saya tidak rela meninggalkan. Semua itu, akan saya bawa mati. Saya tidak mau berpisah dengan kekayaan saya," ungkap Hj Shofiyah.

Pengusaha tersebut bingung, memahami penjelasan Hj Shofiyah. Namun setelah diteruskan, pengusaha takjub mendengar. Sebab yang dimaksud Hj Shofiyah harta yang dibawa mati ke dalam kubur, akan dititipakan kepada mereka yang membutuhkan.

"Di antaranya dititipkan kepada masjid. Dititipkan kepada nanak yatim. Dititipakan kepada fakir miskin. Dititipkan kepada madrasah. Dititipkan kepada pesantren. Dan masih banyak yang lainnya yang perlu kita titipkan," jelasnya.