SAMPANG, MaduraPost - Sungguh nasib yang dialami hidup sebatang kara Nenek Buwat (79) warga Dusun Komis, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, bahkan rumahpun tidak layak huni dan selama hidupnya tak dapat bantuan dan perhatian dari Pemkab Sampang.
Sangat ironis, ambisi Bupati Sampang H Slamet Junaidi untuk menjadikan Sampang Hebat Bermartabat mungkin hanya isapan jempol semata. Karena masih banyak warga miskin yang luput dari perhatian pemerintahan Kabupaten Sampang.
Nenek Buwat menjadi salah satu potret kehidupan warga miskin di Kabupaten Sampang, hidup di bawah garis kemiskinan tentunya ia sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun swasta.
Selama bertahun-tahun nenek Buwat hidup tanpa bantuan pemerintah. Sudah seharusnya negera hadir karena sesuai Undang-Undang (UU), fakir miskin dan anak terlantar dipeliharan oleh negera. Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 34 ayat (1).
Untuk kebutuhan makan sehari-harinya nenek Buwat berprofesi sebagai pemulung tanpa didampingi seorang suami setelah kesetiaan cintanya putus karena panggilan tuhan dengan tanpa dikaruniai seorang anak.