"Mending semuanya duduk bareng, antara pihak Dishub dan kami (Polisi, red). Apakah itu akan ditindak, kita kan nggak boleh nilang. Kalau peraturannya kan sudah jelas melanggar, tapi kan kasian di masa pandemi Covid-19 jika nilang masyarakat. Saat ini kita konsentrasi masalah pandemi," kata dia.
Disamping itu, pihaknya mengelak jika Sumenep hingga kini belum terurai kemacetan. Sebab, berbicara soal kemacetan, dirinya yakin apabila masih ada persoalan yang lebih besar, seperti halnya angka kecelakaan.
"Sumenep ini tidak ada yang macet, paling-paling kecelakaan saja. Dari pada hal-hal sepele kita besar-besarkan, mending yang besar kita ringankan," jelasnya.
Ironisnya, Toni malah menanyakan kepada pewarta apakah ada solusi terbaik jika melihat oknum yang tak mengindahkan rambu-rambu lalulintas tersebut, utamanya saat ada plang dilarang parkir dibahu jalan raya.
"Sarannya sampean apa ? Saya balik nanya sekarang. Itu kan masyarakat sama kayak sampeyan juga. Sekarang ini posisinya Covid-19, apakah saya harus menindak ? Kan nggak ?. Polisi juga tidak tidur. Ya monggo sampeyan ajak Dishub dan polisi agar memberikan edukasi pada masyarakat. Itu baru masalah yang besar pikul bersama-sama," tuainya.