"Bagaimana bisa perbaiki mesin kalau tidak paham dengan keadaan mesinnya, ini bisa menghambat pekerjaannya, sedangkan kita perlu cepat untuk tangani hal ini," keluhnya.
Dirinya meminta untuk antisipasi sementara, dengan sesegera mungkin mengirimkan genset cadangan. Hak ini supaya pompa air yang menjadi penyedot air di rumah pompa kembali berfungsi untuk menyedot air genangan banjir.
Pihaknya pun sebenarnya telah mengirimkan surat ke gubernur melalui Dinas PUPR Jawa Timur pada tahun 2019, untuk segera mungkin mengganti kabel mesin yang hilang di tahun 2018. Namun sampai saat ini, perbaikan dua pompa air induk belum juga dilakukan.
Penanganan genangan air selama ini hanya mengandalkan tiga pompa berkapasitas kecil, dari total lima pompa termasuk dua pompa induk.
Kelima pompa air tersebut merupakan bantuan dari Pemprov Jawa Timur yang dianggarkan senilai Rp 50 miliar.