Hosna menjelaskan, persoalaan tersebut sangatlah penting. Dia menegaskan, jika bukan hanya menyangkut nama baik rumah sakit yang dipertaruhkan.
"Saya memposisikan diri sebagai ibu, bagaimana jika anak saya sendiri yang tertukar, makanya kami meminta penjelasan yang sejujur-jujurnya," kata dia.
Terpisah, Humas RSUDMA Sumenep, Arman menerangkan, apabila yang terjadi dan pengembangan prosesnya sudah di sampaikan ke komisi IV DPRD setempat.
Arman memaparkan, jika memang harus terpaksa, opsi terakhir untuk pembuktian itu adalah tes DNA. Dimana opsi tersebut harus keluar dar kepolisian.
"Karena kasus ini sudah kami limpahan ke kepolisian, jadi kami nunggu sama-sama dari polisi," timpalnya. (Mp/al/rus)