BANGKALAN, MaduraPost - Dinas Sosial Bangkalan digeruduk massa karena diduga menggunakan data lama yakni tahun 2014 dalam menyalurkan bantuan.
Kedatangan puluhan warga yang mengatasnamakan dirinya Rumah Advokasi Rakyat (RAR) mempertanyakan kinerja dinsos Bangkalan dalam memberikan bantuan sosial.
Hal itu lantaran banyak penerima program dari pemerintah pusat, khusunya kementerian sosial yang dinilai tidak tepat sasaran yang sesuai anjuran pemerintah pusat. Serta menyoal data lama yang tetap dijadikan acuan untuk penerima bansos.
“Banyak penerimaan bantuan sosial (Bansos) yang tidak tepat sasaran, bahkan yang miskin kadang tidak dapat dan yang kaya yang mendapat. Dan juga dinsos masih saja menggunakan data 2014 untuk mendata penerima manfaat,” kata Risang Bima korlap aksi, Kamis (12/11/2020).
Bukan itu saja, pemilik RAR itu juga mengkritik dinsos terkait penetapan PKH yang tidak sesuai dengan domisili. Pihaknya menganggap itu sangat tidak efektif dalam mendata rakyat miskin.