Dari dua lokasi itu, penyidik menyita sejumlah barang elektronik:
– satu unit PC All in One bendahara penerimaan,
– satu unit CPU bendahara pengeluaran, dan
– lima unit telepon genggam.
Selain perangkat digital, dokumen keuangan strategis turut diangkut sebagai barang bukti. Dokumen tersebut mencakup SP2BP BLUD tahun 2023, 2024, dan 2025—dokumen kunci yang memuat pengesahan pendapatan, belanja, dan pembiayaan rumah sakit selama tiga tahun anggaran.
Pengamanan Diperketat, Pengusutan Dijanjikan Menyeluruh
Fadilah menyebut penggeledahan berjalan lancar dengan pengawalan aparat TNI. Ia menegaskan bahwa Kejari Sampang tidak akan berhenti pada tahap penyitaan.
“Kami akan menuntaskan perkara ini sampai selesai. Tidak ada ruang aman bagi siapa pun yang terlibat. Proses hukum akan berjalan apa adanya,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai besaran kerugian negara, Fadilah memilih irit bicara. Namun ia tak menampik bahwa angka kerugian yang tengah dihitung auditor “tidak kecil”.