Transisi Energi yang Tidak Berkeadilan

WALHI menyoroti proyek transisi energi yang dinilai justru berpihak pada industri. Program co-firing PLTU dengan biomassa dan proyek RDF serta PLTSa dianggap sebagai solusi palsu yang tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Proyek PLTS di Sumenep juga disorot karena mengancam sumber mata air dan merampas 110 hektare lahan warga. Sementara proyek geothermal di kawasan pegunungan seperti Lawu, Wilis, Arjuno, Welirang, Semeru, Argopuro, Raung, dan Ijen dinilai berpotensi memicu bencana ekologis baru.

Tuntutan WALHI dan Aliansi Sipil

Menanggapi kondisi tersebut, WALHI Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk segera mengambil langkah-langkah konkret, antara lain:

  1. Merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar tidak melegitimasi perusakan lingkungan.
  2. Menghentikan pemberian izin baru bagi industri dan tambang di wilayah rawan dan dekat permukiman.