Saat itu, Nurhadi yang kedapatan memotret Angin Prayitno Aji yang sedang berada di atas panggung pelaminan, kemudian ditarik, dipiting, dipukul oleh beberapa orang lalu dibawa ke gudang di belakang tempat resepsi. Di sana, dia disekap, diinterogasi, dan dipaksa membuka isi ponselnya. Seluruh data di ponsel dihapus dan simcard HP Nurhadi dirusak.
Baca Juga:Sejarah Sapi Sonok Dempo Barat: Inspirasi Khairuddin sebagai Kades Penyuka Hewan Peliharaan
Selain itu, pelaku juga membawa Nurhadi ke sebuah hotel dan memaksa Nurhadi untuk memastikan bahwa foto yang dia ambil di lokasi resepsi tidak sampai dipublikasikan di Tempo.
Baca Juga:Keluarga Besar Kepala Desa Anggersek Camplong Mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H