Para ahli di National Institutes of Health berpikir bahwa kemampuan untuk tersenyum dan tertawa selama proses berduka membantu Anda saat pulih. Menariknya, para ilmuwan juga beranggapan kita mungkin tersenyum selama sakit fisik untuk tujuan perlindungan.
6. Polite smile (Senyum Kesopanan)
Anda sering melempar senyum kesopanan, ketika pertama bertemu seseorang, saat akan menyampaikan kabar buruk, dan saat menyembunyikan respons yang Anda yakin tidak akan nyaman/disukai orang lain. Situasi sosial yang membutuhkan ekspresi yang menyengangkan dalam waktu yang lama.
7. Flirtatious smile (Senyum Genit)
Situs kencan, psikologi, dan bahkan dokter gigi sering memberikan saran bagaimana cara menggunakan senyum Anda untuk memberi kesan mendalam kepada seseorang. Bibir rapat dan alis diangkat (senyum menggoda), tersenyum sedikit sambil menundukkan kepala (senyum tersipu), tersenyum dengan sedikit krim atau buih kopi di bibir (senyum lucu).