Misalnya, ketika bayi tiba-tiba tersenyum pada ibunya, hal ini merangsang pusat dopamin pada otak ibu. (Dopamin adalah senyawa kimia yang memberi rasa senang). Dengan demikian, sang ibu merasa dihargai atas kebahagiaan bayinya.
2. Affiliative smile (Senyum Penghubung)
Terkadang senyum juga digunakan untuk meyakinkan orang lain, bersikap sopan, dan mengkomunikasikan rasa percaya, rasa memiliki serta niat baik. Senyum ini dikategorikan sebagai “affiliative” smile karena berfungsi sebagai penghubung sosial.
3. Dominance smile (Senyum Dominasi/Mencibir)
Senyum sering digunakan untuk menunjukan superioritas, menyampaikan penghinaan atau ejekan, dan membuat orang lain merasa lemah atau sering kita sebut dengan mencibir. Mekanisme senyum ini berbeda dengan reward smile dan affiliative smile.