Ustad Khotib juga mengajak santri dan alumni untuk merubah paradigma atau pola pikir yang kurang baik selama ini. Salah satu contoh yang harus dirubah adalah banyak dari kita yang masih sedih ketika mau masuk bulan ramadhan, tapi senang ketika ramadhan sudah mau tuntas.
"Kalau udah Ramadhan (puasa) banyak orang yang menghitung lebaran. Padahal seharusnya kita bersedih karena mau berpisah dengan bulan ramadhan," ucapnya.
Menurutnya keutamaan Ramadhan tidak pernah dimiliki oleh umat nabi lain selain umat Nabi Muhammad SAW. Bahkan beliau berharap momentum bulan ramadhan bisa dimanfaatkan dengan meningkatkan amalan baik.
"Dalam salah satu kitab disebutkan, barang siapa yang baik amalan atau pekerjaannya maka bisa dipastikan seluruh bulan berikutnya akan ikut baik, tapi kalau selama bulan ramadhan pekerjaannya jelek maka bulan-bulan yang lain akan ikut jelek semuanya," tutup Ustad Khotib.