Betapa remuk redamnya perasaan Pak Atman. Sejak tahun 2011 silam, impian menunaikan ibadah haji sudah ia tanam. Keinginan itu dia pupuk dalam doa dan usaha. Namun, tiga hari sebelum diberangkatkan, seluruh doa dan usaha itu buyar adanya.
Saat kami bertemu, sungguh, Pak Atman berusaha tegar. Dia menunjukkan sahara yang siap dia bawa. Tas untuk visa dia pamerkan. Termasuk nomor kloter penerbangan dia tunjukkan.
Dari cara Pak Atman bercerita, sepertinya ada kehendak untuk melawan. Terutama pada satu keputusan yang tidak dia inginkan: gagal diberangkatkan. Raut wajahnya berat. Tatapan matanya yang tua seperti dipenuhi luka. Remuk tiada tara.
Namun, belum reda rasa kecewa, Pak Atman diprank untuk sujud syukur. Berbekal foto surat undangan yang dipotret di kantor Kemenag, Pak Atman dikabarkan bisa berangkat ke tanah suci mekah. Video sujud syukur Pak Atman ramai sejagad maya. Tapi nyatanya hanya prank belaka.