Ia menambahkan, seharusnya pihak Pos itu datang ke Desa-Desa supaya nantinya Perangkat Desa juga dapat mengakomodir masyarakat agar berkumpul sesuai dusun masing-masing.
"Artinya, dapat diberi jadwal antar dusun. Sehingga, kerumunan seperti di kantor pos sekarang ini bisa diantisipasi," tambahnya.
Sementara menurut salah seorang Tokoh Pemuda setempat sebut saja Kadir mengatakan, penyaluran Bansos itu seharusnya tidak menjadikan penerimanya rugi, baik secara fisik maupun materi.
"Nah kalau disalurkan seperti itu, jelas secara tidak langsung telah merugikan masyarakat (KPM, red), apalagi masih Pandemi dan di bulan puasa seperti ini," ujarnya.
"Iya kalau rumah KPM itu dekat Kantor Pos, kalau jauh jelas itu rugi secara materi maupun fisik, karena bisa-bisa kalau yang jauh dari Pos yang seharusnya uangnya itu diterima penuh, sampai rumahnya bisa tinggal separuh karena dibuat ngojek atau transportasi lainnya. Ini bagaimana pihak Pos," kesalnya.