Eri menambahkan, rangkaian pencegahan penularan penyakit DBD wajib dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Meskipun angka kasus pandemi Covid-19 sudah mulai melandai, tetapi bukan mengabaikan prokes, karena sekarang situasi masih di tengah pandemi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita juga mengimbau, untuk memberantas dan mencegah penyakit DBD, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan di tiap-tiap wilayah. Mulai dari tingkat RT, RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan dari unsur kecamatan, juga kepada semua kader kesehatan yang tersebar di Kota Surabaya.

"Jumlah petugas Puskesmas yang diturunkan sesuai dengan jumlah penanggung jawab PSN di wilayah binaan yang ada di setiap kelurahan, rata rata 2-3 orang per RW di bantu RT/RW setempat. Selain itu, kami melibatkan sebanyak 26.421 kader kesehatan untuk bergerak hingga ke rumah-rumah warga. Melalui cara ini, semoga DBD di Surabaya bisa ditekan," tukasnya.