"Saya juga minta untuk melaksanakan gerakan satu rumah atau gedung 1 Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan kader kesehatan atau karyawan institusi untuk memantau dan memastikan tidak ada jentik di lingkungan masing-masing, termasuk lapangan atau tanah kosong dan fasilitas umum lainnya," tuturnya.
Eri Berpesan, semua pihak untuk menggiatkan sosialisasi dan penyadaran tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, baik di dalam rumah dan di halaman. Untuk kegiatan sosialisasi terkait pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara berkelanjutan, agar mata rantai penularan DBD terputus.
Dirinya mengingatkan, strategi fogging bukan langkah pencegahan satu-satunya untuk memberantas nyamuk, karena hanya membunuh nyamuk dewasa bukan jentik atau telurnya.
"Tolong segera membawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya apabila ada keluarga atau masyarakat yang menunjukkan gejala DBD, dan melaporkan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi. Saya juga meminta warga untuk membantu kelancaran kegiatan penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan fokus apabila ada kasus DBD di suatu wilayah," pinta Eri.