Sesuai data yang dibawa mahasiswa, masifnya industrialisasi tambak terlihat tidak memberikan dampak implisit bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dimana, hal itu bisa dijadikan indikasi bahwa kehadiran investasi dan pembangunan di Kabupaten Sumenep tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat secara umum.

"Itu seakan hanya menjadi lahan basah bagi segelintir elit pengusaha dan penguasa, tanpa perlu tahu terhadap dampak yang akan menyebabkan masyarakat tertindas," tegasnya.

Aksi demonstrasi mahasiswa sayangnya tidak ditemui langsung oleh Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Sebab Bupati Fauzi dikabarkan sedang berada di luar Kota. Namun, mewakili ketidakhadiran Bupati Fauzi dihadapan mahasiswa, Asisten I Bagian Perencanaan dan Pembangunan Pemkab Sumenep, Masuni, turun langsung di tengah massa aksi.

Sebelum Masuni menghadiri massa aksi, sempat suasana tegang mahasiswa terjadi. Yakni, mahasiswa mendorong pagar Kantor Pemkab Sumenep hingga sedikit ringsep. Hal itu dilakukan sebab Bupati Fauzi tak kunjung menemui mahasiswa. Aksi mahasiswa juga dikawal ketat oleh aparat kepolisian dengan memasang pagar berduri.