Menurutnya, hingga saat ini masih belum ada tindakan jelas dari pemerintah setempat untuk menertibkan dan memberikan perlindungan terhadap masyarakat lokal.
Hal itu yang mengakibatkan peralihan status masyarakat, yang awalnya mayoritas mata pencahariannya menjadi petani dan nelayan, kini malah beralih profesi menjadi buruh tambak.
"Hal itu merupakan pemandangan pahit yang hari ini kita saksikan bersama. dari pemilik lahan hingga menjadi buruh di atas tanah nenek moyang sendiri," ungkapnya pada sejumlah media, Rabu (3/11).
Mahasiswa juga menilai, secara pandangan ekonomi jangka panjang menjadi catatan buruk bahwa 10 hingga 15 tahun mendatang masyarakat Sumenep menjadi asing di bumi sendiri. Hal itu disebabkan oleh aktivitas ekstraktif yang berorientasi pada kekayaan segelintir orang.