"Bisa juga jadi wartawan, bisa saja kan. Artinya, guru ini tetap terus dihargai, karena pahlawan tanpa jasa. Sesungguhnya akan mengingatkan apapun dari jasa-jasanya itu, dimana mereka berjuang di dunia pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, Nanik, merasa kaget bukan kepalang. Pasalnya, dia tidak menyangka akan didatangi oleh orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu. Dia pun juga mendapatkan hadiah berupa laptop dari Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep. Lalu satu buah sepatu yang siap dipakainya saat beraktifitas.

"Rasanya saya mau pingsan, luar biasa sekali. Kejutan yang seumur hidup saya, inilah kejutan. Akhirnya terkejut saya, bayangkan orang nomor satu di Sumenep ternyata masih ingat kepada saya, padahal saya bukan apa-apa," kata Nanik pada sejumlah media.

Dia mengungkapkan, saat masih mengajar Fauzi muda terus memberikan semangat tinggi dan motivasi, agar kelak bisa menjadi orang yang bisa membanggakan Negara dan mengangkat derajat orang tua.

"Saya selalu memberikan semangat kepada murid-murid saya utamanya Fauzi muda, bahwa yang namanya pinter dan semangat itu harus dijadikan tombak. Pada intinya semangat itu adalah segalanya," katanya.