"Saya mau ditampar kalau tidak tanda tangan. Saya diintimidasi. Pada akhirnya saya tanda tangan juga karena takut dan cemas akan kondisi fisik saya dilukai,"

Usai tanda tangan, Bakri dikasih uang Rp. 100 ribu disuruh pulang dengan menggunakan grab. Tetapi Bakri sudah tak melihat wujud mobilnya di tempat leasing tersebut. Mobilnya raib dibawa debt collector usai Bakri tanda tangan surat.

"Setelah saya pulang dengan perasaan cemas dan takut. Karena mobil tersebut pinjaman dari H. Somad yang dipasrahkan pada Ra Bir Aly. Lalu saya ceritakan kronologis kejadiannya pada Kiai dan Kiai melaporkan pada pihak kepolisian Bangkalan melalui hukumnya Hidayatullahi dan Zubairi," terang Bakri.