"Saya langsung diseret ke luar dengan posisi tangan dibekuk. Lalu saya dimasukkan ke mobil Jazz milik debt collector tersebut. Setelah itu mobil rampasan dikendarai oleh dua orang Debt Collector tersebut," cerita Bakri pada wartawan.
Peristiwa itu membuat Ra Bir Aly marah dan mengecam upaya main rampas yang dilakukan penagih utang itu.
"Kami tidak menolerir atas perlakuan dari pihak debt collector yang berlagak premanisme dan arogan mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan santri saya. Karena perlakuan tindakan perampasan tersebut dilakukan dengan cara kekerasan dan tanpa koordinasi terlebih dahulu. Kami sudah memberikan aduan pada pihak kepolisian adanya kasus perampasan ini," kata Putra ulama kharismatik asal Bangkalan, KH. Kholilurrohman atau Ra Lilur.
Diketahui, Peristiwa itu terjadi Jum'at (26/8/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.