"Sementara, teman arisan yang lain juga merasa telah hilang uangnya. Padahal, saya seharusnya sudah dapat giliran di 11 September 2021 mendatang, tapi adminnya malah kabur," kata dia.

RY juga menduga, SZ menghilang karena merasa telah banyak menalangi uang arisan bagi peserta yang kabur usai menang. Padahal, kata dia, bagi peserta yang kabur itu uang arisan sisanya telah ditagih oleh orang tuanya sendiri.

"Kami punya bukti transferan ke rekening orang tuanya, atas nama Lukman ini. Jadi uang tagihan peserta yang sempat kabur itu sudah bayar melalui rekening bapaknya. Dia yang menagih," tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun dari beberapa orang, arisan online tersebut sudah menjamur di Bumi Sumekar beberapa tahun silam.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Eks Kades Batuan, atas dirinya yang diduga menjadi penagih uang arisan online.