"Jadi orang tuanya ini malah menjadi penagih untuk peserta yang kadang kabur usai menang. Tapi kenapa di transfer ke ATM orang tuanya. Lalu kemana juga uang hasil tagihannya itu," tanya TY terheran-heran.
Sebab itu, RY mengaku merasa rugi. Selain dirinya belum mendapatkan giliran menang arisan, dia seolah telah tertipu karena SZ menghilang tanpa kabar. Pihaknya mengancam, jika tetap uangnya tak kembali maka akan menempuh jalur hukum.
"Kami merasa dirugikan dengan insiden ini karena arisan ini adalah tabungan kami. Kalau tetap begini, saya akan bawa ke proses hukum atau lapor polisi," tegasnya.
Sekedar informasi, arisan online yang diikuti RY ini telah menghabiskan Rp 7 juta dengan uangnya sendiri. Sistem dari arisan online tersebut adalah Get Rp 20 juta selama 13 bulan. Hanya saja, hingga bulan Mei 2021 atau pertengahan arisan itu berjalan, admin arisan malah hilang tanpa kabar.