Menurutnya, apabila sama atau malah merosot perlu dipertanyakan, karena tentu ada yang salah apakah dari pelatihannya atau gurunya yang salah dari kegiatan ini.
Namun, pihaknya bersyukur melihat semangat para peserta workshop sangat antusias untuk mengembangkan pendidikan khususnya di Kabupaten Sumenep ini.
Dia berharap dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dibuat oleh para peserta betul-betul bisa diimplementasikan, syukur-syukur bisa dimasukkan pada Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang bisa diupayakan biaya mandiri oleh pihak sekolah.
Sehingga, kata dia, apa yang ditulis dalam RTL dapat terwujud karena itu merupakan hasil pemikiran buttom up dalam upaya tercapainya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak.