Disamping itu, Kadir menilai, para guru juga harus terus belajar dan tidak hanya memotivasi anak untuk belajar. Namun, diperlukan keteladanan guru untuk terus belajar, minimal dengan banyak membaca seperti halnya materi terakhir yang disampaikan dalam workshop, dan literasi cloud dengan membaca mana yang disukai.
“Intinya melalui workshop kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19 ini dapat memberikan manfaat pada para peserta dan nantinya juga bisa diimplementasikan sehingga bermanfaat bagi orang lain utamanya anak didik kita,” timpalnya.
Terpisah, District Facilitator Program INOVASI Kabupaten Sumenep, Cahyadi Widi Wahyono mengungkapkan, program INOVASI selama Pandemi Covid-19 untuk mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menjalankan kurikulum darurat.
halnya dalam memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut bagi pengawas, kepala sekolah dan guru kelas jenjang SD, yang baru pertama kali dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan setempat.
“Seperti halnya harapan dari program INOVASI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep agar nantinya output dari workshop ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing, sehingga bisa terus melaksanakan kerja sama dalam peningkatan pendidikan khususnya di Kabupaten Sumenep dan daerah lainnya,” pungkasnya.