Namun, pembelaan Moh Syafi'i itu dibantah oleh saudara NH, yakni inisial S. Menurutnya, jika memang memberikan perlindungan, sebagai PJ Kades yang baik mestinya Moh Syafi'i memanggil NH ke kantor Desa sebagai suami sah dari IA.
"Supaya, kedua suami istri itu menjelaskan duduk perkaranya secara kekeluargaan. Bukan justru dibawa kabur ke Kangean, klarifikasi dia di rekaman audio itu bohong," paparnya.
Sontak, kejadian itu mendapat sorotan banyak pihak. Bahkan, unsur masyarakat dan mahasiswa Desa Saobi mendatangi Mapolsek setempat pada Senin (17/5/21) kemarin. Disana, mereka melakukan orasi damai dan meminta Moh Syafii segera dicopot dari jabatan PJ Desa Saobi.
Ketua komunitas warga kepulauan (KWK) H Syaifuddin menilai, perkara yang dialami PJ Kades Desa Saobi tersebut menyangkut persoalan moral (Attitude). Terlebih lagi hal itu ada kaitannya dengan kepercayaan publik.