Pihaknya menilai penerbangan jalur wisata ini mempunyai peluang menarik wisman yang berada di Bali ke Pulau Oksigen Giliyang, mengingat di Bali terdapat operator seaplane seperti Travira Air.

Bahkan, kata dia, jarak tempuh jalur udara Bali-Sumenep tidak terlalu lama, karena jaraknya memang masih dekat, sehingga wistawan mancanegara yang berkunjung ke Bali mudah untuk berwisata di Pulau Oksigen itu.

“Para wisman dengan adanya penerbangan jalur udara itu, selain menikmati wisata di Bali juga bisa menikmati pulau oksigen Giliyang sebagai wisata kesehatan,” terangnya.

Novyanto Widadi mengungkapkan, bersama pihak terkait telah melakukan survei ke Pulau Oksigen Giliyang dalam rangka mencari lokasi yang layak sebagai bandara perairan atau water aerodrome pesawat, yang salah satunya di perairan di Desa Banraas Pulau setempat.